LENTERA JIWA adalah PASSION. Hal Yang Sangat Kita Sukai, Suatu Pekerjaan Atau Kegiatan Yang Menimbulkan Kepuasan Tersendiri Bagi Kita, Meskipun Sering Kali Menguras Waktu & Tenaga Itulah LENTERA JIWA Kita. Apakah Kamu Sudah Menemukan LENTERA JIWA-mu?

ANTARA - Terkini

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Tahun Keajaiban

Tak terasa 2010 telah berakhir dihadapan kita semuanya saat nya kita melangkah kembali dengan langkahan yang baru dan semangat yanng baru. 2010 banyak meninggalkan jejak langkah yang tak mungkin dapat dilupakan bahkan sulit dihapuskan dari hadapan dan pikiran kita semuanya. Bagi saya pribadi 2010 merupakan tahun yang penuh dengan 'keajaiban' semuanya tak bisa diduga dan tak disangka atau mungkin orang beranggapan hanyalah bualan belaka. 

Keajaiban, 

Ditahun 2010 ini merupakan tahun keajaiban bagi Saya, kenapa? Karena mendapat penghormatan yang sangat....... sangat......sangaaaatt........ Besar yaitu dapat bertemu langsung seorang Pemimpin Redaksi yang notabene petinggi dari sebuah media. Ya itulah Mba Uni Lubis seorang Pemimpin Redaksi dari stasiun televisi ANTV dan juga anggota dewan pers, awalnya Saya mengenal Mba Uni Lubis dari sebuah tayangan waktu pemilu yaitu RING Politik dimana Mba Uni sebagai hostnya dari situlah saya mencoba berkhayal dan berangan-angan 'kapaaaannn bisa bertemu beliau (baca: Mba Uni Lubis)' dan tanpa disangka dan diduga juga Saya menemukan beliau ini di jejaring sosial yaitu twitter. Awalnya Saya agak sedikit tidak percaya dan melontarkan pertanyaan dalam hati Saya 'apa benar seorang PemRed sekelas Mba Uni Lubis bermain dijejaring sosial?' lalu Saya mencoba memention begini bunyinya 'Kapan-kapan mau kopdaran sama Mba @unilubis aaahhh???' tak disangka Mba Uni membalas mention Saya dengan jawaban 'Boleh siapa takut' (kalo tak salah bunyinya).



Singkat cerita janjianlah (janjian hanya lewat twitter) setelah bergelut dengan macetnya Jakarta dan Antrinya busway dikoridor 6, akhirnya pukul 09.00 WIB Saya sampai di Sentra Mulia 18 dimana kantor ANTV bersemayam sejak 17 tahun yang lalu (ini Mba Uni Lubis sendiri loh yang ngasih tau) disambut dengan senyum manis Mba Uni Lubis mulailah diajak diruangan redaksi ANTV ya seperti media lain tata letak (layout) dengan formasi sama, diruangan itu memang tidak terlalu banyak karyawannya karena reporter & campers sudah berangkat menuju TKP untuk mencari berita lalu kita ngobrol deh dimeja yang ada ditengah-tengah ruangan redaksi (ets tunggu dulu sebelum menuju kemeja yang ada ditengah Saya dikenalin juga temennya Mba Uni yang namanya Mba Fenty loh). Disana Saya bertemu dengan Anchor-Anchor yang biasa bawain TOPIK ANTV dan disuguhin kopi asal Papua yaitu kopi Amungme pemberian dari Wakil Ketua DPR Pak Pramono Anung wah kopinya enaaaakkkk bangeeetttttt meskipun diminum sama ampasnya, ampasnya itu terasa manis nggak kayak kopi-kopi diwarung yang pait dan bikin pusing. Memang kalo ngobrol sama Mba Uni Lubis benar-benar mengasyikkan selain itu karyawan disana seperti temen sendiri yang udah lama kenal wah bener-bener TOP BGT dah buat ANTV Saya juga dikenalin sama Mba Dwi Anggia (lihat foto) yang juga Anchor di TOPIK ANTV wah orangnya cantik juga hehehehehe........



Ya, memang benar apa yang dibilang oleh salah satu narasumbe yang juga moderator @fiksimini (lupa nih namanya siapa) bahwa sebuah jejaring sosial seperti twitter yang hanya kolam kecil kita tidak tahu kedalaman dari kolam tersebut Saya akui bahwa jejaring sosial seperti twitter sangat besar pengaruhnya, banyak yang beranggapan dunia maya adalah dunia kamuflase dan khayalan tetapi Saya membuktikan bahwa dunia maya terutama jejaring sosial bukanlah dunia kamuflase dan khayalan belaka dunia tersebut nerupakan dunia nyata yang merupakan sebuah cerminan dari diri kita sendiri.

Saya juga amat senang bisa bertemu orang-orang hebat dijejaring sosial selain Mba Uni Lubis (Pemred ANTV) ketemu juga sama Anchor-Anchor kayak Mba Dwi Anggia, Mba Dewi Bastina (Produser News I-Radio), Mba Alya Zuamitha (Reporter SCTV yang dulunya Reporter I-Radio juga), Si Kembar Dina Dita Faisal (Anchor TVONE), Ollie Aulia (Reporter tipinya Bang One), Mba Najwa Shihab (Anchor Mata Najwa), Mas Putra Nababan, Mba Nukie Tampubolon (Reporter I-Radio), Wah pokoknya masih banyak lagi deh semuanya karena sebab dari jejaring sosial.



Bersambuungg......

Merapi Kembali Meletus & Pengungsiannya

Tepat pukul 23.00 WIB sang Merapi kembali mengeluarkan semburannya namun kali ini agak sedikit berbeda karena letusan kali ini cukup besar dan mengejutkan semua warga sehingga warga panik untuk mengungsi himbauan PVBMG yang semula daerah aman hanya 10 KM saat ini meningkat menjadi 20 KM untuk batas aman. Banyak warga berhamburan keluar untuk menyelamatkan dirinya masing-masing karena awan panas kembali keluar dari peruts Sang Merapi sehingga lalu lintas pada malam itu sangatlah kacau dan semrawut tidak karuan. Pada hari Sabtu 6 November 2010 pukul 07.00 WIB sang Merapi mengeluarkan semburannya tetapi kali ini tidak begitu dahsyat yang dikeluarkan oleh sang Merapi, meskipun tak begitu dahsyat banyak warga yang berlarian mengungsi sehingga pengungsian semakin hari semakin bertambah.

Dibarak-barak pengungsian semakin padat dengan membludaknya para pengungsi yang menyelamatkan dirinya beserta keluarga. Pemerintah setempat membagi para pengungsi berdasarkan asal daerahnya. namun demikian karena kurangnya persediaan tikar untuk tidur akhirnya pengungsi memadati sisi kiri stadion yang memang sudah ditata rapih tikar untuk istirahat para pengungsi. Pengungsian yang menjadi pusat perhatian adalah stadion Maguwo banyak pengungsi berlarian kesana baik yang dipindahkan maupun pengungsi yang baru hadir. Ditempat tersebut banyak bantuan yang datang secara bertubi-tubi mungkin dikarenakan media  televisi dan cetak terlalu banyak menyorot ditempat tersebut tanpa melihat tempat pengungsian disekitarnya yang belum dapat mendapatkan bantuan bahkan sampai kelaparan seharian tanpa mendapatkan makanan/ nasi bungkus sebagai darurat.

Letusan sang Merapi merupakan letusan terdahsyat selama 100 tahun perjalanan hidup sang Merapi bahkan ketua PVMK Mbah Surono kewalahan menghadapi sifat sang Merapi yang selalu diluar dugaannya. Sebanyak 77 jenazah korban awan panas Gunung Merapi pada Jumat 5 November 2010 dini hari sudah dimakamkan massal. Ya memang sudah saatnya sang Merapi merenovasi rumahnya untuk pertumbuhan yang akan menghidupi masyarakat disekitar Merapi. Pasca meletusnya Merapi akan ada pertumbuhan yang begitu pesat banyak kekayaan alam yang banyak digali. Semoga dengan bencana ini masyarakat dapat memanfaatkan sang Merapi kembali sebagai mata pencarian mereka seperti sedia kala dan akan membawakan banyak manfaat kekayaan alam bagi masyarakat sekitar.

Dibalik Bencana Tersimpan Keindahan

Tepat hari Selasa 26 Oktober 2010 pukul 17.05 WIB gunung Merapi menepati janjinya untuk memuntahkan sebagian isi perutnya. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui himbauan status AWAS didaerah sekitar lereng Merapi dikarenakan banyak warga yang baru pulang beraktivitas setelah terlihat sang Merapi mulai mengeluarkan suara gemuruh dan debu barulah para warga sekitar berlari berhamburan untuk menyelamatkan diri mereka beserta keluarga banyak diantara mereka yang tetap bertahan dirumahnya dengan alasan menyelamatkan harta bendanya. Ada yang menarik dari sosok pria dengan usia 83 tahun ini beliau sangat konsisten dengan segala yang pernah diucapkan olehnya dan kesetiaan terhadap profesi hingga akhirnya pria ini meninggal bersama meletusnya Merapi. Ya sesosok pria itu bernama Raden Ngabehi Surakso Hargo atau yang lebih dikenal dengan Mbah Maridjan beliau sangat setia dan bertanggung jawab dengan profesinya yaitu menjaga Gunung Merapi hingga akhirnya beliau meninggal diatas pangkuan sang Merapi dalam kondisi bersujud.

Gambar 1
Meletusnya sang Merapi telah memakan korban 32 orang meninggal dunia (jumlah korban sampai ditulisnya tulisan ini) termasuk diantaranya wartawan vivanews.com Yuniawan Wahyu Nugroho dan Mbah Maridjan sang juru kunci. Dibalik sebuah bencana pasti tersimpan 'sesuatu' yang mungkin bisa dikatakan sebuah keajaiban dari Sang Maha Kuasa tetapi bukan kesedihan tetapi sebuah keindahan yang diberikan Sang Pencipta sepeti yang terlihat gambar disamping sebuah rumah yang terkena debu panas dari Sang Merapi seolah menggambarkan rumah tua yang tak berpenghuni dan memiliki nilai sejarah yang tinggi dihiasi dengan awan nan biru, kendaraan bermotor yang sudah tidak dapat digunakan.

Gambar 2
Disudut lain bisa terlihat hamparan pasir putih menghiasi berbagai nisan diarea pekuburan dan nampak seseorang berjalan memakai caping layaknya seorang pengembara yang sedang berjalan ditengah area nan sepi seakan melewati pekuburan yang sudah tidak urus oleh kuncen atau penunggu pekuburan tersebut.


Gambar disamping hiasan dinding yang mempunyai nilai historis seakan gambar tersebut seperti editan belaka tetapi gambar tersebut dihiasi dengan debu-debu vulkanik sehingga benda hiasan dinding tersebut terlihat cantik dan menawan.








Gambar 4
Satu lagi pemandangan dari atas seolah gambar disamping seperti kota yang sudah tidak berpenghuni lagi, kota yang sudah mati dalam jangka waktu lama layaknya sebuah kota yang berada dihamparan padang pasir seluruh bangunan dan pepohonan dihiasi dengan pasir-pasir yang sangat pekat dan tebal



Itulah beberapa gambar pasca meletusnya sang Merapi yang membuat seluruh orang panik dan waspada menyelamatkan dirinya masing-masing tetapi dibalik bencana Sang Pencipta menciptakan panorama yang indah tidak dapat diukur dengan sejumlah materi atau mungkin diluar akal manusia. Tuhan mempunyai rencana yang tidak dapat kita pastikan ke Agungan-Nya membuat kita berdecak kagum akan keindahan yang Diciptakan-Nya.

(Gambar Coourtesy JOGJAKU)

Share

Share |