LENTERA JIWA adalah PASSION. Hal Yang Sangat Kita Sukai, Suatu Pekerjaan Atau Kegiatan Yang Menimbulkan Kepuasan Tersendiri Bagi Kita, Meskipun Sering Kali Menguras Waktu & Tenaga Itulah LENTERA JIWA Kita. Apakah Kamu Sudah Menemukan LENTERA JIWA-mu?

ANTARA - Terkini

Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Beragama Tapi Tak Beragama

Kaget! Itulah kesan pertama Saya baca twitter disiang pribadi hari ini melihat TL dari accountnya Mba Dwi Anggia yang berbagi informasi bahwa jema’ah Ahmmadiyah tewas sebanyak 6 orang di daerah Pandeglang. Karena penasaran lalu Saya klik informasi yang dibagikan oleh Mba Dwi Anggia melalui harian online Kompas disitu dijelaskan ‘Sebanyak enam orang anggota Jemaah Ahmadiyah meninggal akibat bentrokan antara jemaah keagamaan itu dengan warga di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Minggu (6/2/2011).’ Kejadian tersebut terjadi karena (Saya mengutip kembali dari harian Kompas) ‘Pada Minggu pagi, sekitar seribuan warga dari berbagai daerah, di antaranya berasal dari Kecamatan Cibaliung, Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, dan Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, mendatangi rumah Parman. Saat massa tiba, puluhan Jemaah Ahmadiyah yang berada di rumah Parman sudah siap dan mereka membawa berbagai jenis senjata tajam, seperti samurai, parang, dan tombak. Sesaat kemudian, kata Lukman, salah seorang anggota Jemaah Amhadiyah membacok lengan kanan Sarta hingga nyaris putus. “Pembacokan inilah yang memicu bentrokan. Warga marah karena melihat lengan kanan Sarta nyaris putus,” kata Lukman.’
Kalo kita sama-sama melihat sebuah penggalan ayat dari kitab suci Al-Qur’annul Karim surat Al-Kafirun ‘Lakum Dinnukum Waliyadin’ yang artinya ‘untukmu agamamu dan untukku agamaku’ betapa bijaksana & baiknya Allah SWT mengajarkan ummat Muslim untuk saling menghargai dan saling hormat menghormati antar umat beragama. Kita lihat dimasa Nabi Muhammad SAW ketika beliau menyebarkan agama Islam begitu banyak halangan dan rintangan yang dihadapi beliau tidak pernah sama sekali memusuhi bahkan mencederai kaum yang membenci beliau beserta pengikutnya bahkan ketika Pamannya Nabi Muhammad Abu Lahab yang ketika itu tetep kekeuh tidak ingin masuk ke agama Islam beliau (baca: Nabi Muhammad SAW) tetap menyayanginya dengan penuh kasih Sayang sampai Abu Lahab menjelang akhir hayatnya.

Di Indonesia sendiri bahwa sudah jelas tercantum dalam UUD 1945 Pasal 29 yang berbunyi ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu’ pasal ini jelas bahwa negara telah menjamin akan kebebasan berkeyakinan menurut agamanya yang dianut. Mengutip dari status account twitter Mba Dwi Anggia ‘UU menjamin kebebasan umat beragama. Kenapa MUI menyatakan ahmadiyah sesaat? Pemerintah sengaja membenturkan warga nya?? Warganya yg dangkal’. Iya warga yang dangkal ini menurut Saya pribadi merupakan warga negara yang baru belajar Islam hanya dari kulitnya saja tidak diambil makna dari keseluruhannya.

Ya kita sebagai warga negara Indonesia masrilah sama-sama saling hormat menghormati antar ummat beragama Tuhan saja mengajarkan ummatnya untuk saling hormat menghormati bahkan utusan-utusan Allah yaitu Nabi-Nabi Allah tidak pernah melakukan kekerasan karena perbedaan keyakinan. Yuk, sama-sama juga kita buat segala perbedaan ini menjadi indah seindah surga dunia



Susahnya Menjadi Si Miskin

Kemiskinan memang pekerjaan rumah pemerintah sejak zama dahulu kala dimana rakyat miskin di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan, beberapa faktor kemiskinan bisa disebabkan beberapa faktor yaitu:

1. Rendahnya tingkat ekonomi yang didapat
2. Pengangguran yang tidak mampu diserap oleh pengusaha
3. Rendahnya tingkat pendidikan yang dienyam oleh rakyat
4. Kebijakan pemerintah yang bertepuk sebelah tangan

Faktor-faktor tersebut terlihat jelas didepan mata kita sendiri betapa ironisnya negara Indonesia yang katanya 'kaya' masih banyak kemiskinan yang dapat kita jumpai disekeliling kita.

Menjadi rakyat miskin memang susah segala-galanya baik untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan betapa mahalnya pendidikan di Indonesia sehingga banyak diantara kita ingin melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi tetapi harus terhalang dengan keadaan ekonomi yang tidak mencukupi ingin masuk keperguruan tinggi saja harus bertarung dengan ribuan orang untuk masuk itupun belum tentu diterima meskipun nantinya diterima lagi-lagio harus merogoh kocek yang sangat dalam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rakyat miskin lebih sulit lagi ketika mereka sedang sakit dimana banyak rumah sakit yang enggan menerima orang miskin untuk mendapat perawatan yang sama dengan pasien-pasien lainnya memang pemerintah sudah membuat program Jamkesmas tetapi program ini dinilai tidak merata dan tidak sampai kerakyat miskin justru program ini yang banyak menikmati rakyat golongan menengah ironis melihat kejadian ini dimana rakyat miskin selalu menjadi yang terbelakang dan luput dari mata pemerintah.

Para anggota dewan sibuk pada studi banding yang menghabiskan dana 19 milyar atau 700 kali lipat dari total APBN sebelumnya, ribut mau membangun gedung baru yang menghabiskan +/- 1 triliun dan presidennya sibuk dengan pakaiannya yang menghabiskan 40 milyar. Ironis sekali dimana siste perekonomian kapitalislah yang masih tumbuh didalam diri kita, jika para anggota dewan dan bapak RI 1 'melek' sebaiknya dana tersebut dialihkan untuk pembangunan Indonesia dan kesejahteraan rakyat. Padahal Indonesia sudah merdeka tetap saja Indonesia belum merdeka dari segala hal!

Borobudur & Islam

Seorang teman dunia maya meminta pertolongan untuk mencari fakta tentang Candi Borobudur yang merupakan buatan seorang Nabi Allah SWT yaitu Sulaiman as. Sebenarnya kasus pertanyaan ini sudah saya dengar lewat jejaring sosial journalist yang pada saat itu menjadi perdebatan disitus jejaring sosial tersebut setelah saya coba mencari-cari berita tersebut akhirnya saya, mendapatkan berita yang diinginkan teman saya itu, berikut petikan fakta penjelasan yang saya peroleh lewat hasil browsing-browsing diinternet:

'Tentang Peradaban Jawa (Peradaban Atlantis) dikaitkan dengan kiprah Bani Israel, ada fakta yang menarik apabila anda berkunjung ke situs resmi Israel misalnya di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : JAVA TEL AVIV / JAWA TEL AVIV, dan MAHKOTA RABBI YAHUDI yang menjadi imam Sinagog pake gambar RUMAH JOGLO JAWA. Dengan demikian apakah Bani Israel merasa menjadi keturunan Jawa ? Yang disebut Jawa adalah seluruh Etnik Nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum dikirim banjir besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia, hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa2 dunia antara lain bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ), Eropa, Israel, Arab, dan Indian ( silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang Benua Atlantis terbitan Gramedia ).

Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : “ora jowo” berarti “tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun”, sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan wilayah nusantara, penyebutan etnik2 sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis, Jawa memang menjadi pusat peradaban karena dari bukti2 fosil manusia purba di seluruh dunia sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di Jawa.

Menurut “mitologi jawa” yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan “ILMU KEJAWEN”. Sejatinya “Ilmu Kejawen” adalah “Ilmu Akhlaq” yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur’an “Millatu Ibrahim” dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam wujud Alqur’an dengan “BAHASA ASLI (ARAB)”, dengan pernyataannya “tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq”.


Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar “Ilmu Kejawen” kepada Guru Janabadra dan mengembangkan “Ilmu Kejawen” ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan “Ajaran Hindu”, di Cina mereka namakan “Ajaran Budha”. Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha dan Alqur’an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB. Bukti lain bahwa Ajaran Budha berasal dari Jawa adalah adanya prasasti yang ditemukan di Candi2 Budha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi2 tsb dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang2 dari Jawa, karena memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah berhasil membangun “CANDI BOROBUDUR” sebagai salah satu keajaiban dunia.

Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah bangunan yang dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai “ARSY RATU SABA”, sejatinya PRINCE OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung2 di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ).

Hasil riset tsb juga menyimpulkan bahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tsb sesuai dengan ajaran2 LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an. Perlu diketahui bahwa satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo serta meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah. Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = gunung dan indra = raja.

Jadi sebenarnya Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina bukan keturunan Israel asli yang hanya terdiri 12 suku, tapi mereka menamakan diri suku ke 13 yaitu Suku Khazar (yg asalnya dari Asia Tengah) hasil perkawinan campur Bani Israel yang mengalami diaspora dengan penduduk lokal, posisi suku Khazar ini mayoritas di seluruh dunia. Sedang Yahudi asli Telah menghilang yg dikenal sebagai suku-suku yg hilang "The Lost Tribes" yang mana mereka pergi ke timur dan banyak yg menuju ke “THE PROMISED LAND” yaitu Indonesia.'

sumber: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/borobudur-ternyata-bukan-hindu-budha-tp-islami-t38467/

Sampai ditulis berita ini saya masih belum yakin akan kebenaran sejarah ini karena masih terjadi polemik dan para ahli sejarah. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah sejarah yang tertanam didalam Candi Borobudu dan merupakan salah satu 7 keajaiban dunia ini.

Share

Share |